Selasa, 01 September 2015

Kata Bermakna(moral) dalam Bahasa Jawa

Pernah Lihat Tulisan Ini dimana Lur,gan,cak ?



 Filosofi yang ada dalam bahasa Jawa ini memiliki makna serta pesan moral yang sangat dalam.
Tulisan ini dipasang dalam back ground nama sebuah sekolah ternama di kabupaten Kudus tentu bukan tanpa alasan.

Mari kita simak arti tulisan ini :
:: Rumongso Handarbeni
:: Melu Hangrungkebi
:: Mulat Sariro Hangroso Wani

:: Rumongso Handarbeni :
Secara umum ini berarti " Merasa Memiliki " Dimana ketika kita merasa memiliki tentu saja akan menjaga serta berbuat lebih baik dan akan selalu menjaga agar bisa bermanfaat.

:: Melu Hangrungkebi :
Secara umum kata ini berarti " Rela Berkorban " Yang mana makna ini tidak bisa dipisahkan dengan kata di atas karena lebih kepada implementasi " Merasa Memiliki " termasuk menjaga nama baik serta mau berkorban agar bisa terjaga.

:: Mulat Sariro Hangroso Wani :
Secara umum kata ini memiliki makna " Introspeksi " Setelah merasa memiliki kemudian rela berkorban tentu harus bisa Introspeksi agar muncul sikap rendah hati.Rendah hati agar tidak muncul angkuh yang akhirnya bisa merusak hubungan dengan sesama.

#Nah,dari Petuah Kuno di atas mari kita ambil makna yang tersirat maupun tersurat untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari saat ini.

Jumat, 28 Agustus 2015

KEUNIKAN ANGKA DALAM BAHASA JAWA "SELAWE - SEKET - SEWIDAK"


Dalam bahasa Indonesia urutan bilangan diucapkan : Dua Puluh Satu, Dua Puluh Dua,...s/d Dua Puluh Sembilan.
Dalam bahasa Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro, dst; Melainkan Selikur, Rolikur,... Songo Likur. 


Di sini terdapat satuan LIKUR Yang merupakan kependekan dari (LIngguh KURsi ) , artinya duduk di kursi. Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “ TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis dan lain sebagainya. Namun ada penyimpangan dalam urutan tadi.

Bilangan 25 tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE. SELAWE (SEneng-senenge LAnang lan WEdok) . Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).
Bilangan selanjutnya sesuai dengan pola : Telung Puluh, Telung Puluh Siji, Telung Puluh Loro, dst. Tapi ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.

Setelah Sepuluh, Rongpuluh, Telung Puluh, Patang puluh, mestinya Limang Puluh. Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET. Pasti ada sesuatu di sini.. SEKET (SEneng KEthonan: suka memakai kethu/tutup kepala topi/kopiah).
Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa utk menutup botak atau rambut yg memutih. Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang beribadah. Pada usia 50 mestinya seseorang lebih memperhatikan ibadahnya. Setelah sejak umur likuran bekerja keras mencari kekayaan untuk kehidupan dunia, sekitar 25 tahun menikah. kemudian.. pada usia 50 perbanyaklah ibadah, untuk bekal memasuki kehidupan akhirat.

Dan masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, Bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK. SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK). Artinya: sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang.. Siap Inalillah.. Semoga bermanfaat. Share sebagai pengingat..


#semoga bermanfaat gaes :)

Minggu, 23 Agustus 2015

Tes bakso (Sehat/bukan) dengen cepet, Hanya 5 Detik

TUSUK GIGI DAN KUNYIT SAJA ! MENDETEKSI BORAKS

Bagaimana itu? pertama-tama: biasakan bawa tusuk gigi dan kunyit.

Rasanya bakso belum bisa lepas dari isu borax. Mengapa? karena hingga saat ini masih banyak produsen makanan yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja mencampurkan bahan kimia borax pada bahan makanannya.
Efek borax yang diberikan pada makananan dapat memperbaiki struktur dan tekstur makanan.
Contohnya, bila boraks diberikan padsa bakso, akan membuat bakso tersebut sangat kenyal dan tahan lama.
Sedangkan pada kerupuk yang mengandung boraks jika digoreng akan mengembangkan dan empuk serta memiliki tekstur yang bagus dan renyah.
Bukan hanya pada bakso, penggunaan boraks juga telah umum diberikan pada mi basah, lontong, ketupat, dan kecap yang bisa digunakan di kalangan masyarakat pada umumnya.
Efek negatif dari penggunaan boraks dalam pemanfaatannya yang salah pada kehidupan dapat berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia.
Boraks memiliki efek racun yang berbahaya pada sistem metabolisme manusia sebagaimana halnya zat-zat tambahan makanan lain yang merusak kesehatan manusia.
Parahnya, makanan yang telah diberi boraks dengan yang tidak atau masih alami sangat sulit dibedakan, tidak bisa dibedakan hanya dengan panca indera biasa.
Lalu bagaimana kita dapat mengetahui jka makanan yang kita santap mengandung boraks atau tidak?
Ada cara mudah hasil temuan dua siswi SMAN 3 semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila.
Mereka telah menemukan cara mendeteksi boraks yang terkandung pada makanan dengan cara yang sangat mudah dan praktis, yakni hanya dengan tusuk gigi.

Ini Caranya:
1. Tusukkan tusuk gigi pada kunyit terlebih dahulu, kemudian tusukkan pada makanan yang akan diuji.
2.  Setelah kira-kira 5 detik, maka akan terlihat apakah makanan tersebut mengandung boraks atau tidak.
3. Kunyit akan bereaksi terhadap bahan kimia termasuk boraks yaitu dengan perubahan warna.
Bila makanan mengandung boraks, maka tusuk gigi tersebut akan berwarna merah.

Jadi bagi anda penggemar bakso perlu mencoba trik ini untuk memastikan bakso yang akan anda santap mengandung boraks atau tidak.

Senin, 13 Juli 2015

Indonesia Bagus - Kisah kebanggaan dari Kota Kudus





Kota Kudus kota kelahiranku :D







Kota Kudus mempunyai beberapa julukan nama, sehingga kota Kudus dikenal
diberbagai sisi antara lain julukan Kota Kudus adalah
Kota Kretek, Kota Santri, Kota Semarak, Kota Jambu Bol, dan Kota Jerusalem Van
Java.




Sehingga dari nama - nama itu Kota Kudus tersebut dikenal dengan sudut
pandang yang berbeda serta memiliki filosofi dan history tertentu, kita sebagai
warga Kudus tentu sangat bangga akan kota ini.



Kenapa Kudus juga di kenal Kota Yerusalem Van Java ?





Masjid Menara Kudus terdapat batu, dimana batu
tersebut dari daerah Yerusalem (Palestina) batu itu dahulu dibawa oleh Sunan
Kudus, oleh karena itu masjid yang dibangun Sunan Kudus diberi nama Masjid
Al-Aqsa seperti Masjid yang berada di Yerusalem yaitu Masjidil Aqsa di
Palestina

Sabtu, 04 Juli 2015

Lagu Daerah:GUNDUL GUNDUL PACUL-CUL


GUNDUL GUNDUL PACUL-CUL :

Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti yang dalam dan sangat mulia :
Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. jadi gundul adlh kehormatan tanpa mahkota.
Pacul adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani.
Gundul pacul artinya adlh bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota, tetapi dia adalah pembawa pacul utk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya/org banyak.
Orang Jawa mengatakan pa-cul adlh papat kang ucul (4 yg lepas).
Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal, yaitu bgmn menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.
1.Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masy/org banyak.
2.Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata adil.
Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.
Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.



Inilah lirik lagu :

GUNDUL2 PACUL CUL artinya jaka orang yg kepalanya sdh kehilangan 4 indera itu akan mengakibatkan .........
GEMBELENGAN congkak/sombong).
NYUNGGI2 WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat/org bnyk) dg GEMBELENGAN sombong hati), akhirnya......
WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan)
SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia2, tdk bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak)
Sungguh dalam maknanya...